Berhenti Sejenak

(Sering kali) kita terlalu sibuk dan malas untuk “berhenti sejenak”, memahami, dan merenungi setiap hela napas kehidupan. (dikutip dari buku Berguru pada Kehidupan Menuntun Anda pada Kehidupan Bahagia dan Bermakna karya Bayu Gawtama)

Yup. Ini penting. Karena dengan berhenti sejenak akan mengajarkan kita untuk tidak mengabaikan apa yang terjadi di sekitar kita atau yang sedang kita lakukan. Ketika kita sholat misalnya. Berhenti sejenak setelah kita melakukan perubahan gerakan dalam sholat, atau lebih dikenal dengan istilah tuma’ninah. Dengan tuma’ninah maka sholat kita terhindar dari kesan terburu-buru.

Terlihat sangat sederhana. Tidak hanya ketika sholat. Dalam banyak aktivitas yang kita lakukan sehari-hari pun kebiasaan untuk berhenti sejenak seringkali yang menolong kita.

Ini merupakan pengalaman saya. Hampir setiap saat saya baik di kantor, di tempat perbelanjaan atau apartemen (sekarang saya tinggal) berurusan dengan lift. Seringkali lift yang tersedia lebih dari satu. Ketika akan menggunakan lift itulah kita perlu berhenti sejenak. Bahkan ketika kita sedang berburu dengan waktu. Pastikan sebelum memencet tombol permintaan lift, kita melihat kedudukan terakhir lift. Misal, kita sedang berada di lantai 4 suatu gedung dan hendak menuju ke lantai 1. Sedangkan lift yang tersedia ada di lantai 5, ada yang di lantai dasar, dan ada yang di lantai 10. Seandainya kita tergesa-gesa tanpa berhenti sejenak langsung asal memencet tombol tanpa memperhatikan kedudukan lift, bisa jadi justru malah membuang waktu menunggu karena yang kita pilih lift yang berada di lantai 10 atau lantai dasar. Padahal apabila kita memencet yang di lantai 5, maka lift kan lebih cepat tersedia. Contoh lain, seandainya kita ingin ke lantai atas dan kita berada di lantai dasar. Satu lift sedang menuju ke lantai dasar dan sisa lift berada di lantai atas (tidak ada lift di lantai dasar), alangkah bijaknya kita menuggu lift sampai ke lantar dasar atau kita meminta lift yang sedang menuju ke lantai dasar tersebut. Lebih fatal lagi karena kita terburu buru setelah mengetahui kita salah memencet tombol permintaan lift, kita pencet lagi lift yang lain. Alhasil, kita melakukan pemborosan daya listrik. Bayangkan apabila ini sering terjadi di setiap kantor, tempat perbelanjaan dan apartemen berapa banyak sumber daya listrik yang terbuang.

Salam.
Doa dari Doha,
Mushaireb, Doha, Qatar,
28 Dzul Qadah 1437 H / 31 Agustus 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *