Berhenti Sejenak

(Sering kali) kita terlalu sibuk dan malas untuk “berhenti sejenak”, memahami, dan merenungi setiap hela napas kehidupan. (dikutip dari buku Berguru pada Kehidupan Menuntun Anda pada Kehidupan Bahagia dan Bermakna karya Bayu Gawtama)

Yup. Ini penting. Karena dengan berhenti sejenak akan mengajarkan kita untuk tidak mengabaikan apa yang terjadi di sekitar kita atau yang sedang kita lakukan. Ketika kita sholat misalnya. Berhenti sejenak setelah kita melakukan perubahan gerakan dalam sholat, atau lebih dikenal dengan istilah tuma’ninah. Dengan tuma’ninah maka sholat kita terhindar dari kesan terburu-buru.

Terlihat sangat sederhana. Tidak hanya ketika sholat. Dalam banyak aktivitas yang kita lakukan sehari-hari pun kebiasaan untuk berhenti sejenak seringkali yang menolong kita.

Ini merupakan pengalaman saya. Hampir setiap saat saya baik di kantor, di tempat perbelanjaan atau apartemen (sekarang saya tinggal) berurusan dengan lift. Seringkali lift yang tersedia lebih dari satu. Ketika akan menggunakan lift itulah kita perlu berhenti sejenak. Bahkan ketika kita sedang berburu dengan waktu. Pastikan sebelum memencet tombol permintaan lift, kita melihat kedudukan terakhir lift. Misal, kita sedang berada di lantai 4 suatu gedung dan hendak menuju ke lantai 1. Sedangkan lift yang tersedia ada di lantai 5, ada yang di lantai dasar, dan ada yang di lantai 10. Seandainya kita tergesa-gesa tanpa berhenti sejenak langsung asal memencet tombol tanpa memperhatikan kedudukan lift, bisa jadi justru malah membuang waktu menunggu karena yang kita pilih lift yang berada di lantai 10 atau lantai dasar. Padahal apabila kita memencet yang di lantai 5, maka lift kan lebih cepat tersedia. Contoh lain, seandainya kita ingin ke lantai atas dan kita berada di lantai dasar. Satu lift sedang menuju ke lantai dasar dan sisa lift berada di lantai atas (tidak ada lift di lantai dasar), alangkah bijaknya kita menuggu lift sampai ke lantar dasar atau kita meminta lift yang sedang menuju ke lantai dasar tersebut. Lebih fatal lagi karena kita terburu buru setelah mengetahui kita salah memencet tombol permintaan lift, kita pencet lagi lift yang lain. Alhasil, kita melakukan pemborosan daya listrik. Bayangkan apabila ini sering terjadi di setiap kantor, tempat perbelanjaan dan apartemen berapa banyak sumber daya listrik yang terbuang.

Salam.
Doa dari Doha,
Mushaireb, Doha, Qatar,
28 Dzul Qadah 1437 H / 31 Agustus 2016.

Hari Ini Adalah Hari yang Penuh Rahmat dan Ampunan

Puisi ini ditulis oleh M Saribi Afn, dan mendapat hadiah pertama Majalah Sastra tahun 1962, ditulis untuk dik Hermiati

Hari ini adalah hari yang penuh dengan rahmat dan ampunan

Bila pagi sudah pecah dan mentari bangkit dari kepulasan ketiduran

Bagi wajah perempuan yang cantik dan sangat rupawan

Menyinarkan wajahnya ke segenap penjuru bumi dengan penuh kecintaan

Dengan penuh kejujuran, kesegaran dan segenap yang bernama kemanisan

Hari ini adalah hari yang penuh dengan rahmat dan ampunan

Di langit yang biru awan-awan terpecah-pecah dan bergerak sangat pelahan

Bagai perak yang disepuh berkilauan dan mengikut angin ke selatan

Mereka mengikuti ke selatan, ke utara, ke timur, ke tenggara dan arah mana saja

Mereka mengikut tanpa bimbang, tanpa ragu sedikit juga

Kerna awan-awan itu adalah sayap-sayap malaikat yang membawa damba dan harapan

Kerna awan-awan itu adalah sayap-sayap bidadari yang membawa rahmat dan ampunan

Bagi segenap manusia, bagi segenap mahluk dan bagi segenap kehidupan

Yang di bumi, yang di langit, yang di udara, yang di awan dan segenap lautan

Ya, kemana saja dan di mana saja alam ini membentang.

Hari ini adalah hari yang penuh dengan rahmat dan ampunan

Rahmat dan ampunan bagi segenap manusia dan segenap kehidupan

Dengan khidmat, pohon-pohonan merebahkan lengan-lengannya mencium bumi

Berguguran bunga mawar bagai disebar sejuta tangan bidadari

Dengan khidmat, bunga-bunga menatapkan wajahnya ke langit dan tersenyum bagi kaum Sorgawi

Dan baunya yang harum memabukkan udara pagi ini

Pagi yang agung, pagi yang cerah, pagi yang jernih dan dirahmati

Maka tumpaslah racun dendam, racun benci yang bertempat dalam hati

Wahai, Dhat yang Paling Mengerti dan Maha Tahu

Katakanlah kepadaku tentang ampunan dan rahmat itu Yang berulang Kau sebut dalam segenap kitab-kitabMu:

  • Rahmat ialah karunia yang tanpa batas yang pernah Aku berikan Kepada umat-Ku, makhlukKu dan segenap apa saja yang Aku kehendaki Tanpa putus-putusnya sepanjang masa dan sepanjang waktu.
  • Rahmat ialah karunia telah Aku limpahkan tanpa bandingan

     Kepada umatKu, dari segenap keajaiban hidup yang begitu mengherankan

     Suatu kejadian yang tidak bisa ditemukan oleh akal dan pikiran

     Suatu keajaiban dan keheranan hanyalah ditemukan dalam diri manusia

     Manusia yang hidup dengan jangka waktu, yang lemah dan sangat dena.

  • Rahmat ialah karunia yang pernah Aku berikan pada para Rasul dan Nabiku

     Masing-masing berbeda sesuai dengan keadaan tempat dan waktu bagi umat yang mereka pimpin

     Masing-masing berbeda agar menjadi tanda dari kekuasaan dan keagunganKu

     Masihkah kau ingat akan rahmat yang sangat bermacam-macam dan berbeda itu?

  • Rahmat ialah karunia yang telah Aku pada Adam

    Aku jadikan ia dari lumpur dengan ramuan udara, api, dan air yang sangat lembut dan tatkala tiba waktunya,

    Aku  hidupkanlah ia dengan memberinya jiwa dan kemauan

    Kemudian disisinya Aku jadikanlah Hawa seseorang yang menjadi sahabatnya

    Dan dari keduanya ini lahirlah keturunannya yang berlaksa-laksa jumlahnya

    Manusia yang selalu berkembang walau ditumpas oleh dendam yang berulang-ulang

    Berkat rahmatKu, mereka itu akan terus berkembang dan selalu berkembang.

  • Rahmat ialah karunia yang pernah Aku limpahkan kepada nabi Nuh

     Aku selamatkan dia beserta segenap pengikutnya dari bahaya banjir yang maha dahsyat

     Setelah Aku turunkan hujan terus menerus berminggu-minggu lamanya

     Kerna mereka yang ingkar dan mendustakan barang apa yang benar disisiKu

     Mereka mendustaiKu sedang sebenarnya mereka mendustai diri mereka sendiri

     Maka Aku tenggelam mereka itu dengan bahaya banjir yang maha dahsyat

     Namun dengan segenap ampunanKu, Aku selamatkan bumi ini dari kehancurannya.

  • Rahmat ialah karunia yang pernah Aku turunkan bagi Ibrahim

     Tahukah kau dengan nabi yang sangat Aku cintai ini?

     Bahwa ia adalah seorang nabi yang sangat sabar dan taat amat

     Yang tabah dan teguh dalam pendirian dan ulet dalam perjuangan

     Ia tak pernah gentar dalam menghadapi segenap tantangan kemungkaran

     Keuletan dan semangatnya mempertahankan ajaranKu bagai baja yang ditempa

     Maka tatkala ia dimasukkan dalam unggunan api itu hingga menjadi sebaliknya

     Dan hanya Akulah yang dapat dan mampu merobah keadaan apa saja.

  • Rahmat ialah karunia yang pernah Aku turunkan kepada Musa

     Aku pilih dia untuk memimpin dan membebaskan bani Israel yang tertindas

     Dan Aku panggil dia untuk menghadapKu dan lalu aku turunkan wahyu padanya di bukit Tursina

     Dan kepadanya Aku berikan dengan macam-macam keajaiban dan mukjizat

     Kegaiban yang hanya Aku dapatkan pada diri Musa dan bukan pada rasul lainnya

     Kerna ia menghadapi tantangan yang paling kejam, dahsyat dan penuh dengan dendam kesumat

     Akhirnya Aku menangkan dia daripada Fir’aun yang kejam dan sangat ganas

     Aku menangkan dia kerna ia membela kebenaran dan menumpas kemungkaran

     Aku menangkan dia kerna ia yang mengangkat kemiskinan dan menumpas kerakusan

     Dan Aku menangkan dia kerna Aku menghendaki keadilan dan ketenteraman berlaku di atas bumiKu

     Dan Aku memangkan dia kerna Aku menghendaki agar umatKu dapat mengecap ketenteraman dan nikmatKu

  • Rahmat ialah karunia yang pernah Aku turunkan kepada Isa

     Dan Aku lahirkan dia dari perawan Marjam dengan segenap kesuciannya

     Sesudah kepadanya Aku wahyukan dan tanda-tanda tentang kelahirannya dan kebesarannya

     Apakah yang mengherankan bagimu kerna ia Aku lahirkan dari seorang dara?

     Bagiku tak ada yang perlu dan pantas diherankan

     Aku katakana ada, makan jadilah ia, Apakah kau lupa, Aku lahirkan Adam dan Hawa tanpa perantara bapa dan bunda

     Dan tatkala Isa dewasa Aku berikan kepadanya kepandaian yang luar biasa

     Ia sembuhkan segenap macam penyakit, kelumpuhan, buta dan bahkanpun orang mati

     Ia bangkitkan dari kuburnya, ia hidupkan kembali dari kematiannya

     Semuanya adalah menjadi tanda daripada kebesaranKu dan rahmatKu.

  • Rahmat ialah karunia yang telah aku turunkan kepada Muhammad

     Tahukah kau tentang rasul ini yang selalu dicerca oleh segenap kaumnya?

     Kaum yang sudah diresapi dengan kesetanan dan dirasuki dengan kegilaan?

     Kaum yang begitu ingkar kepada kebenaran tatkala Muhammad sedang dilahirkan ke atas bumi itu

     Kaum yang penuh dengan dendam, benci membenci dan dusta mendusta antara suku

     Ia adalah nabi dan rasul terakhir dari segenap nabi dan rasul yang telah Aku turunkan

     Ia yang Umi, artinya bahwa ia yang tidak bisa menulis dan membaca

     Ia telah Aku sempurnakan dengan sebuah kitab suci yang Aku wahyukan padanya

     Dan itu adalah mukjizat dan rahmat dan keajaiban yang maha besar baginya

     Aku turunkan wahyu itu yang pertama di malam gelap dan buta

     Aku turunkan wahyu itu yang pertama di dalam bukit Cahaya

     Ia penyeru bagi kedamaian, pembawa suara makhluk dengan makhluk

  • Rahmat ialah juga karunia yang telah Aku wahyukan Bagi air hujan yang telah menyuburkan tanah-tanah yang gersang dan bumi yang mati

     Air hujan yang telah menghidupkan segenap tanaman dari segenap ketandusan

     Bunga-bunga menjadi penghias bagi bumi dan penyegar alam

     Pohon-pohonan yang menghasilkan buah-buahan yang sangat berguna bagi kehidupan

     Dan Aku lahirkan kumbang, kupu-kupu dan lebah untuk mengawinkan bunga demi bunga

     Dan Aku lahirkan segenap burung-burung, dan margasatwa bagi pelengkap dan penghibur

     Demikianlah telah Aku sempurnakan dan Aku rahmatkan kepada bumi, kepada alam bagi segenap manusia

Hari ini adalah hari yang penuh dengan rahmat ampunan

Rahmat telah dilimpahkan bagi segenap mereka yang mempertahankan kebenaran dan menumpas kemurkaan

Dan ampunan telah dilimpahkan bagi segenap mereka yang sudah tobat dari segenap kedosaan

Rahmat adalah pijar mataMu yang sangat jernih yang memimpin jalanKu menghadapMu

Ampunan adalah belaian tanganMu yang sangat sejuk yang menyembuhkan segenap rasa gelisahku

Wahai, Dhat yang Rahman dan Maha Bijaksana Syukur apakah yang bisa aku sampaikan?

Muliakan hari ini, hari yang sangat agung dan suci ini

Dengan kejujuran amal dan kesucian pikiran

Lalu sedekahkanlah sebagian rizkimu kepada tetanggamu yang sedang menderita kekurangan

Mengertilah sedekah adalah mahkota yang bercahaya dalam hati dan merupakan kumpulan budi yang paling luhur

Dan sedekah adalah tiap-tiap pepohon buahan yang selalu hijau dan rimbun tumbuh di kampung akhirat

Dan sedekah adalah sepotong usus babi, anggur dan wiski yang dihidangkan di taman yang penuh kesucian

Tutupkan matamu dan jangan kau bukakan sebelum sedekah itu lepas dari telapak tanganmu

Disampaikan oleh tangan kanan dan dilupakan oleh tangan kiri

Janganlah sekali saja berniat bersedekah jika dalam dadamu masih menginginkan pengembalian

Atau apapun yang bersifat dan mengarah ketujuan lain tanpa keikhlasan

Pemberian yang semacam ini adalah suatu amalan yang sangat tak bermakna dan amat sia-sia

Berikanlah apa yang masih segar di matamu dan jangan sekali saja apa yang sudah tanpa harga

Kau lihatlah bagaimana bumi, lautan dan segenap pepohonan serta ala mini memberimu

Kau renungkanlah sejenak, bagaimana mereka menyerahkan itu bagi kebutuhan hidupmu

Seperti itulah Aku telah memberimu kelengkapan dan kenikmatan

Kemudian begitulah hendaknya kau meniru jejakKu dalam beramal dan mendarma

Dengan tanpa pilih kasih dan tanpa tawar kepada golongan dan bangsa mana

Bahkanpun bagi bangsa dan mereka yang telah berpaling dari wajahKu serta mengingkari rahmanKu

Bagaimana? Bagaimana kau bisa memikirkan semuanya itu?

Maka itu cintailah kemiskinan sebab hanya

Pada hari yang mulia ini, jadikanlah hari bagi pengorbanan dan kebaktian yang tulus

Pengorbanan bagi kelanjutan perkembangan umat yang iman akan Harikemudian

Adalah hanya dengan kepercayaan yang teguh keikhlasan itu akan lahir

Dan kepadamu akan Aku berikan pengembalian yang melimpahlimpah

Berikan rizki bagi para miskin kerna inilah ajaranKu

Ajaran para rasulrasulKu dan segenap para nabinabiKu yang pernah Aku turunkan

Lihatlah kesekelilingmu, apakah masih ada kemiskinan, apakah masih ada kelaparan?

Adanya kemiskinan dan kelaparan akan menentukan berat ringannya imanmu kepadaKu

Maklumilah bahwa umat yang membiarkan kelaparan sama maknanya dengan mengingkari sifat rahmanKu

Bagaimana kau bisa melakukan ini? Bagaimana kau bisa berbuat dusta dan angkuh?

Bagaimana kau bisa melakukan ini? Bagaimana kau bisa membiarkan perut Kekasihmu keroncongan?

Lapar, dena dan menjadi ejekan para pengkhianat?

Kemudian segenap kekurangan dan kemiskinan adalah rintangan yang menutup bagi jalanmu menghadapKu

Bagai mega hitam yang pekat menutup wajah bulan dan kabut yang gelap menutup wajah mentari

Dan segenap kekurangan dan kelaparan adalah luka yang sangat perih mukim dalam jantungKu

Sebuah luka yang parah dan meneteskan bermacam-macam kesesatan dan kerakusan

Dan luka yang mengucurkan beragam maksud jahat di hati manusia

Tahukah kau bahwa kelaparan dan kemiskinan

Kehitaman dan kemuraman dari hati dan hasrat yang dikembalikan oleh nafsu jahat

Sedang kedamaian dan ketenteraman hanyalah bisa diwujudkan dengan tanpa ada

Kelaparan, kemiskinan dan dendam apa saja yang lahir dalam diri manusia

Kerna itu tumpaslah kelaparan dan kemiskinan dengan sedekah yang disertai oleh keikhlasan dan iman

Menumpas kemiskinan, mencintai kejujuran adalah kewajiban yang paling pasti

Dan pada hari yang suci ini, buangkanlah segenap apa saja yang bernama dendam dan benci

Sebab segenap dendam dan benci adalah penyakit yang merusak pribadi

Sebab dendam dan benci adalah akan menciutkan jalanmu menghadapKu

Dan kemudian antara sesamamu mintalah ampun dan berdoalah kepadaKu

Pengampunan akan Aku berikan pada hari ini yang sebesar-besarnya ampunan

Bagi siapa yang meminta dan percaya kepadaKu

Hari ini adalah hari yang penuh dengan rahmat dan ampunan

Di langit yang biru awan-awan terpecahpecah dan bergerak sangat pelahan

Bagai perak yang disepuh berkilauan dan mengikut angin keselatan

Bahkanpun mereka mengikuti keselatan, keutara, kebarat, ketimur, ketenggara dan arah mana juga

Kerna awan-awan itu adalah sayap sayap para malaikat yang membawa damba dan harapan

Kerna awan-awan itu adalah sayap-sayap para bidadari yang membawa rahmat dan ampunan malaikat dan bidadari

Bumi pagi ini adalah bumi yang dipenuhi dengan rahmat dan ampunan

Tanah Abang 3/6, Jakarta 12 Nopember 1961 (dari : Nyanyian Bagi Ahli Sorga)

Curi Dengar #1 Mana Yang Anda Pilih

Suatu saat seorang ketua tim dalam sebuah penugasan kantor memanggil anak buah untuk menanyakan progres pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Anak buah datang menghampiri sang ketua dengan wajah tampak suntuk laksana tertumpuk ribuan masalah.

Ketua Tim  : “Kalau boleh saya tahu, sudah sampai mana perkembangan penugasan kita bos?”

Anak buah : “Ini bos, hasil sementara yang bisa saya laporkan.” (sambil menyerahkan flash disk berisi file untuk terlebih dahulu diperiksa oleh atasannya)

Ketua Tim  : “Terima kasih bos!”

Melihat wajah anak buah yang kurang ceria. Sang ketua tim lebih tertarik untuk menanyakan keadaan anak buah.

Ketua Tim  : “Kamu kelihatan pusing bos?”

Mendengar pertanyaan tersebut anak buah hanya tersenyum tanpa membalas sepatah kata pun.

Ketua Tim : “Kenapa bos? Jangan bersedih bos. Lebih memilih mana coba saya tanya. Pusing terlalu banyak pekerjaan atau pusing tidak punya pekerjaan?”

Anak buah  : “Iya juga sih…”

Salam.
Doa dari Doha,
Mushaireb, Doha, Qatar,
22 Jumada Al Akhir 1437 H / 31 Maret 2016.

Skenario Alloh Itu Indah (Luar Biasa)

Tiba-tiba sopir “private taxi” yang mengantar kami dan si kecil berkata, “Saya yang mengantar Anda ke Indonesian Embassy beberapa hari yang lalu.”

Mendengar nama Indonesia disebut saya jadi bersemangat untuk meladeni percakapan dengan sopir ini. Biasanya saya agak malas mengajak sopir taksi bercakap-cakap. Selain demi alasan keselamtan juga karena faktor beda bahasa. Maklum di negara Qatar, a high-income economy sopir taksi bisa berasal dari berbagai macam negara. Sebagian besar berasal dari Asia Selatan macam India, Nepal, Sri Lanka, Bangladesh dan Pakistan.

Saya jawab,”Oh ya!”

Sambil mengingat-ingat kira-kira kapan saya diantar oleh sang sopir ke kantor istri bukan oleh taksi langganan kami. Hamdallah. Performa otak masih lumayan prima. Dengan sedikit memutar ribuan file kejadian beberapa hari yang lalu, tidak perlu waktu yang lama saya dapat mengingat kembali kapan kejadian diantar oleh sang sopir. Pagi itu si kecil merengek minta dibelikan mainan di suatu  Hypermart. Pagi ini juga saya diantar olehnya selepas belanja di tempat yang sama.

Saya melanjutkan, “Iya, sekarang saya ingat. Pagi itu, Anda yang mengantar kami dari Hypermart itu ke kantor istri.”

Kami pun terus melaju. Apartemen kami tujuannya. Sambil sesekali memberikan arah petunjuk menuju tempat tinggal kami. Sesampai di depan di depan apartemen sang sopir menoleh ke kami sambil memberikan kartu nama. Setelah membayar dia pun membantu saya mengangkat beberapa kantong plastik belanjaan.

“Thank you very much,” saya membalas pelayanan prima sang sopir.

———-

Sambil mengendong si kecil dan membawa beberapa kantong belanjaan, tersadar saya tidak mendapati handphone kesayangan di saku celana.

“Pikirku, kalau tidak terjatuh saat keluar taksi, kemungkinan lain tertinggal di dalam taksi yang baru saja saya tumpangi. Karena saya yakin betul masih memegang handphone itu di dalam taksi.”

Setelah meletakkan kantong belanjaan di depan pintu kamar apartemen. Saya bergegas turun menelusuri jalan menuju kamar kami. Sampai ke tempat sang sopir menurunkan kami, handphone itu tidak diketemukan. AHA. Seperti seorang yang mendapatkan pencerahan, saya langsung menuju supermarket langganan yang letaknya persis di bawah tempat tinggal kami. Tujuan saya meminjam telpon untuk menelpon ke sang sopir tadi. Karena kami tidak mempunyai telepon rumah. Mencari warung telepon di sini juga tidak mungkin. Walau tidak tahu siapa nama kasir supermarket saya beranikan diri untuk meminjam handphone. Dan setelah memencet nomor yang terdaftar dalam kartu nama yang diberikan sang sopir, ternyata muncul nama dalam daftar telephon handphone si kasir.

Tidak lama sang sopir menjawab panggilan saya. Ketika saya bertanya apakah handphone saya tertinggal di taksi. Alhamdulillah ternyata benar. Saya pun merayu sang sopir untuk segera kembali ke apartemen kami. Samar ku dengar sang sopir mengiyakan permintaaan saya.

Setelah menggembalikan handphone si kasir seraya mengucapkan terima kasih. Tidak berselang lama kemudian “private taxi” pun tiba. Saya menghampirinya. Sambil membuka kaca mobil dia tersenyum dan memberikan handphone saya. Saya membalas dengan ucapan terima kasih berulang-ulang. Tak lupa ongkos pengganti biaya taksi.

Sambil berjalan menaiki tangga menuju kamar, dalam hati berkata, “Hai Talik. Nikmat Tuhan mana lagi yang akan kau dustakan!”

Lihat. Betapa skenario Alloh luar biasa hebat dan sangat tepat. Precisely kata orang sono. Bagaimana Dia mengatur sang sopir memberikan kartu nama. Padahal pada perjumpaan pertama tidak memberikan kartu nama. Dan kau tersadar kalau handphone tidak ada di saku tidak lama setelah sang sopir pergi. Barangkali kalau lama tersadar kalau handphone tidak ada ceritanya bisa lain. Terus kenapa juga tidak jatuh saat turun dari taksi. Handphone itu tergeletak di jalan raya. Terus ada orang yang berminat mengambil. Mengapa Alloh memberikan ide untuk meminjam telpon ke pegawai supermarket langganan. Terus si kasir juga dengan suka rela memberikan pinjaman. Engkau pun menjadi lebih tenang karena ternyata si empunya handphone mengenal sang sopir.

Coba bayangkan seandainya selepas engkau turun ada penumpang lain. Terus ketika melihat handphone penumpang sebelumnya timbul niat tidak baik mengambil handphone tersebut. Dan seterusnya…dan seterusnya.

Qur'an digital.PNG

“Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

Ayat ini diulang-ulang sebanyak 31 kali dalam Surah Ar Rahman. Seperti hendak mengingatkan kepada kita semua betapa sering kita melupakan nikmat Tuhan yang terhingga selama ini. Pun membuktikan ke Maha Pemurahan Alloh kepada hamba-Nya.

Post Script
Istilah Private Taxi sebutan untuk taksi selain dari perusahaan taksi resmi (karwa) baik yang resmi atau tidak. Istilah di Indonesia taksi plat hitam.

Salam.
Doa dari Doha,
Mushaireb, Doha, Qatar,
19 Jumada Al Akhir 1437 H / 28 Maret 2016.

Kerudung Merah Jambu

Kriiiinggg….

Bunyi suara bel pintu apartemen mengagetkanku yang tengah asyik menikmati sarapan kesiangan. Tak ingin ada suara bel pintu susulan karena lambat merespon, saya segera beranjak dari meja makan menuju pintu apartemen. Walaupun sudah berumur apabila dilihat dari bentuk yang sangat kuno, bel pintu apartemen itu masih sangat lantang apabila dibunyikan. Maklum, pagi itu si cantikku masih terlelap dalam tidur setelah begadang semalam suntuk menikmati video demi video dari handphone ibu bapaknya. Saya tak ingin rentetan suara bel pintu jadul itu membangunkannya.

Ku lihat dari lubang intip pintu sang penjaga apartemen berdiri menunggu pintu dibuka. Kalau sudah si India yang ramah itu yang datang pasti ada hal yang penting ingin disampaikan. Sejak pindah dari apartemen yang dulu saya memang selalu mengintip dari lubang intip pintu untuk mengetahui siapa yang di depan pintu. Selain tidak ingin terganggu oleh para penjaja keliling dari pintu ke pintu yang sering menawarkan barang dagangan. Ini juga saya lakukan sebagai bentuk kewaspadaan apabila yang datang bukan orang yang diinginkan.

Segera saya buka pintu. Belum sempat saya berkata ingin menanyakan ada keperluan apa datang ke kamar kami. Sambil tersenyum dia mengulurkan tangan, memberikan sebuah kerudung anak balita. Saya tidak berpikir panjang, karena dari warna kerudung itu karena saya tahu itu kerudung milik anak saya. Saya terima kerudung itu dengan mengucapkan rasa terima kasih yang tulus. Rupanya kerudung anak saya terjatuh di area dekat lift apartemen. Memang mudah mengenal siapa pemilik kerudung itu, karena dari semua anak balita yang ada di apartemen hanya putri kami yang memakai kerudung. Setelah sang penjaga berlalu pintu saya tutup sambil menghela nafas seraya bersyukur dalam hati saya berkata, “Alhamdulillah Nak, kerudung merah jambu masih milikmu!”

Sekali lagi terima kasih kepada-Mu Yaa Alloh telah menyadarkan saya yang sering lupa bersyukur dan berterima kasih. Seingat saya untuk barang milik anak saya saja sudah banyak yang hilang karena keteledoran. Bukan hanya karena kerudung anak saya sempat terjatuh terus ada orang baik yang mengembalikan kepada kami sehingga nikmat ini harus kami syukuri. Tetapi betapa kami sering kali lupa bersyukur atas limpahan nikmat-Mu selama ini. Tidak usahlah dihitung betapa banyak nikmat-nikmat itu dari setahun, sebulan, seminggu yang lalu. Bahkan dari sejak dari tadi pagi saja kami tidak akan bisa menghitung. Nikmat masih diberikan kesempatan hidup. Bisa dibayangkan betapa sedihnya kita, apabila kita terbangun pagi ternyata canda ria dengan keluarga semalam adalah pertemuan terakhir. Atau ketika sedang tidur, ada bom atau gempa bumi yang menghancurkan tempat tinggal kita. Nikmat masih berfungsinya organ tubuh kami. Mata masih bisa melihat. Mulut masih bisa untuk berdzikir. Telinga masih bisa mendengar suara riang anak kita. Tangan, kaki dan semua masih sehat sedia kala. Nikmat kita masih masih mempunyai persediaan makanan. Bayangkan, Saudara-saudara kita yang harus bersusah payah dahulu agar dapat makan.

Terlebih lagi nikmat iman. Ketika kita dapati itu masih tercantap di hati. Karena pada akhirnya kami sadar, kebenaran firman Alloh, “Dan jika kamu hendak nikmat Alloh niscaya kamu tidaklah dapat menghinggakannya.”
…وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
QS An Nahl : 18

Salam.
Doa dari Doha,
Mushaireb, Doha, Qatar,
14 Jumada Al Akhir 1437 H / 23 Maret 2016.

Creative Toilet Signs

  1. Soekarno Hatta International Airport (SHIA) Cengkareng, Tangerang

      2. SHIA Cengkareng, Tangerang, Banten, Indonesia

      3. Jatinegara Railway Station, East Jakarta

     4. Ramada Al Hada Hotel and Suites, near Thaif, KSA

      5. Masjid al Haram, Mecca, KSA

Inside Mecca Masjid

Yes ! We are back.

Setelah hampir satu tahun lebih hilang dari peredaran bak ditelan bumi. Akhirnya, tawonkroya.com hadir kembali. Bukan. Kami bukan bosen menyapa lagi tapi karena memang sedang mencari saat yang tepat untuk hadir kembali. Barangkali diantara Anda ada yang kangen dengan kami. Walah, sopo sing kangen. Situs sepi bahkan tanpa penggunjung aja Liq. hehe.

Jadi pendek kata tawonkroya.com sempat dimatikan oleh si penjual domain dan hosting. Tidak ada yang salah dengan si penjual. Ini mungkin keteledoran dan (bukan) kebetulan kalau tawonkroya.com harus mengalami fase seperti itu. Saya lebih suka memakai kata bukan kebetulan, karena pada hakikatnya tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Tsah.

 

Kehidupan Kedua. Begitu saya menyebutnya kelahiran tawonkroya.com edisi kedua. (sebenarnya bukan kedua juga karena tawonkroya pernah hadir melalui kebaikan situs jasa penyedia blog tanpa bayar). Semoga pada edisi kedua ini isi dan tampilan tawonkroya.com bisa lebih menarik. Dan yang paling penting adalah bermanfaat bagi semua. Sesuai tema yang diusung “ALL YOU CAN READ”, dengan penajaman tulisan THALIQUE, THOUGHT, TALK and TRAVELLING

Salam
1 Muharrom 1437 H